Anda di sini
Beranda > Artikel

Apakah Homeschooling Solusi yang Tepat untuk Siswa dengan HIV?

Akhir Oktober 2018 ini, tersiar berita ada tiga anak yatim piatu H (11), SA (10), dan S (7) yang dilarang bersekolah, bahkan terancam diusir oleh masyarakat dari Kabupaten Samosir, karena didapati terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Menurut berita dari VOA Indonesia hari Minggu  (21/10), mereka bertiga tadinya bersekolah formal di

Mantra yang Menguatkanku Menjalani Homeschooling

Oleh: Yemmi Liu Aku adalah orangtua tunggal, perantauan dari Pontianak. Aku memiliki dua anak: satu putri kelahiran tahun 2010 dan satu putra kelahiran tahun 2012. Kami tinggal di kecamatan Parungkuda di kabupaten Sukabumi, tempat yang terkenal adem. Aku pun sudah adem tinggal di sini, merasa tempat ini zona nyamanku. Dengan bantuan modal

Homeschooler, Suarakan Aspirasimu!

Oleh: Maria Sugiyo Pranoto* Ada yang menampar kesadaran saya saat mengikuti kelas analisis sosial bersama para koordinator simpul Perserikatan Homeschooler Indonesia (PHI) di Yogyakarta tanggal 28-29 April 2018 lalu. Fasilitator menjelaskan tentang tiga paradigma pendidikan: Konservatif, Liberal, dan Kritis-Radikal. Lalu ia meminta kami berefleksi secara pribadi: "Di antara ketiga paradigma itu,

Homeschooling Eratkan Orangtua dan Anak

Oleh: Marhamah* Libur lebaran tahun 2017 lalu, saat bertamu ke rumah teman lama, saya berkenalan dengan sepasang suami istri, sebut saja Bapak dan Ibu Z. Kami ngobrol banyak hal mulai dari kota kelahiran, tempat tinggal, sampai anak-anak. Teman saya menjelaskan ke mereka bahwa kami memilih homeschooling alias tidak menyekolahkan anak-anak. Tampak ekspresi

Membedakan Homeschooling dan Afterschooling

Penulis: Ananda Putri Bumi* “Anakku bersekolah formal, tapi kami tetap menjalankan homeschooling. Aku sebagai orangtua tidak mengharuskannya mengejar nilai, yang penting proses belajar dilakukan dengan optimal, tetap mengutamakan nilai-nilai kejujuran. Aku fokus pada kelebihan anak.” Kira-kira demikian isi status seorang kawan yang muncul di beranda facebook saya. Saya senang kawan saya itu

Anak Homeschooler Nggak Sekolah, Mana Bisa Sukses?

Penulis: Herlya Inda*   “Kalau anakmu tidak sekolah, mau jadi apa? Yang sekolah saja belum tentu bener...” “Kalau kamu nggak mau biayain anak buat sekolah di tempat yang bagus, sini eyang yang sekolahin.” Ungkapan-ungkapan seperti ini sering diucapkan banyak pihak dari keluarga dekat saya ketika mengetahui bahwa anak-anak saya homeschooling alias tidak bersekolah.  Sepertinya

Anak SMP/SMA Ingin Homeschooling? Tentu Bisa!

Penulis: Wimurti Kusman Karena beragam alasan, anak yang sudah duduk di bangku SMP atau SMA bisa saja ingin keluar dari pendidikan formal (sekolah) ke pendidikan informal (homeschooling). Keluarga kami mengalaminya. Anak kami ada tiga orang. Si Tengah Amira berhenti sekolah saat SMP. Dua tahun kemudian, Si Sulung Fari yang SMA juga

Homeschooler ada di mana-mana!

Homeschooler ada di mana-mana

Oleh: Ellen Kristi Ketika Perserikatan Homeschooler Indonesia (PHI) dibentuk tanggal 20 Desember 2016 lalu, cita-cita para pendirinya sesederhana: ingin membentuk jejaring homeschooler se-Indonesia, untuk bergerak bersama memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak kami sebagai pembelajar mandiri dan merdeka, diperhatikan pemerintah dan diapresiasi masyarakat setara dengan anak-anak yang sekolah formal. Bulan demi bulan lewat, simpul

HOMESCHOOLING: BISNIS ATAU CINTA?

Oleh: Ayu Primadini Di Indonesia, istilah homeschooling bukan hal baru, tapi masih sering tak dimengerti maknanya. Masyarakat sudah banyak membincangkan homeschooling, media massa sudah marak mengulasnya, tapi masih terjebak dalam definisi yang yang berbeda dari makna aslinya – dengan kata lain: keliru. Mari kita uji. Saat mendengar kata homeschooling, apa yang ada

Ingin Homeschooling Tapi Keder

Penulis: Ellen Kristi Banyak orangtua (terutama ibu) yang keder terjun menjadi homeschooler karena merasa dirinya tidak cukup pintar, tidak cukup kreatif, tidak cukup hebat, tidak cukup punya waktu, dan berbagai “tidak cukup” lainnya, untuk mengajar anak-anaknya sendiri tanpa bantuan lembaga sekolah. Ketakutan itu kalau dilacak biasanya berasal-usul dari belenggu pemikiran bahwa homeschooling = memindahkan sekolah ke

Top