Anda di sini
Beranda > Author: phi

PHI dan YSKI Semarang Jalin Kemitraan, Anak Homeschooler Boleh Akses Fasilitas dan Layanan Sekolah

Semarang, phi.or.id – Setelah melakukan dua kali pertemuan penjajagan, Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) dan Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (YSKI) Semarang menandatangani nota kesepahaman pada hari Minggu (3/2) lalu di aula SD YSKI 2, Jl. Dr. Cipto 109 Semarang. Di dalam nota tersebut disepakati bahwa anak-anak homeschooler bisa mengakses fasilitas dan

Kurikulum 2013 Mudahkan Homeschooler Belajar Mandiri Sesuai Kecepatan Masing-masing

Sleman, phi.or.id – Tahun ajaran 2019/2020, satuan pendidikan nonformal sudah wajib beralih ke Kurikulum 2013 (Kurtilas). Pembelajarannya berbasis modul, sehingga siswa bisa melaju dengan kecepatan masing-masing. Anak homeschooler juga akan lebih leluasa melakukan pembelajaran mandiri, apalagi jika SKB/PKBM memfasilitasi dengan sistem belajar dalam jaringan (online). Demikian penjelasan praktisi senior pendidikan

Serunya Belajar Serba-Serbi Homeschooling di Festival Sukacita Belajar

Jakarta, phi.or.id -- Pandangan mata Kanza (7) tajam memandang dua "gadis" yang bersimpuh di depannya. Kepalanya dihiasi mahkota emas dari kertas. Ia sedang berperan sebagai Raja yang tengah menguji kedua putrinya, mana yang paling pantas menggantikan posisinya sebagai penguasa negeri. . Kanza tampil bersama 12 kawannya dari komunitas homeschooler Belajar Bersama.

Mantra yang Menguatkanku Menjalani Homeschooling

Oleh: Yemmi Liu Aku adalah orangtua tunggal, perantauan dari Pontianak. Aku memiliki dua anak: satu putri kelahiran tahun 2010 dan satu putra kelahiran tahun 2012. Kami tinggal di kecamatan Parungkuda di kabupaten Sukabumi, tempat yang terkenal adem. Aku pun sudah adem tinggal di sini, merasa tempat ini zona nyamanku. Dengan bantuan modal

Ketua KPAI: Homeschooling Itu Bagus, Tapi Jangan Sampai Dimanfaatkan untuk Radikalisasi

Jakarta, phi.or.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menerima audiensi tim Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) di kantornya di Jalan Teuku Umar No. 10, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Rabu (6/6) lalu. Dalam audiensi ini, Susanto mengklarifikasi pernyataannya yang dikutip oleh pantau[dot]com dalam berita berjudul “KPAI Curiga Homeschooling

Menanggapi Pernyataan Ketua KPAI tentang Pemanfaatan Homeschooling untuk Infiltrasi Radikalisme

Press Release Perkumpulan Homeschooler Indonesia MENANGGAPI PERNYATAAN KETUA KPAI TENTANG PEMANFAATAN HOMESCHOOLING UNTUK INFILTRASI RADIKALISME Kita semua terpukul atas terjadinya aksi teror di Surabaya tanggal 13-14 Mei 2018 lalu. Puluhan korban tewas dan luka-luka, termasuk anak-anak kecil yang tidak berdosa. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah karena pelaku teror dewasa melibatkan seluruh anak

Homeschooler, Suarakan Aspirasimu!

Oleh: Maria Sugiyo Pranoto* Ada yang menampar kesadaran saya saat mengikuti kelas analisis sosial bersama para koordinator simpul Perserikatan Homeschooler Indonesia (PHI) di Yogyakarta tanggal 28-29 April 2018 lalu. Fasilitator menjelaskan tentang tiga paradigma pendidikan: Konservatif, Liberal, dan Kritis-Radikal. Lalu ia meminta kami berefleksi secara pribadi: "Di antara ketiga paradigma itu,

Momentum Hari Pendidikan Nasional, PHI Harapkan Realisasi Janji Mendikbud Untuk Lebih Memerhatikan Pendidikan Informal

Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei senantiasa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi, berefleksi, dan merencanakan masa depan pendidikan di Indonesia. Dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional yang disampaikan di Jakarta tanggal 2 Mei 2018, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Dari

Homeschooling Eratkan Orangtua dan Anak

Oleh: Marhamah* Libur lebaran tahun 2017 lalu, saat bertamu ke rumah teman lama, saya berkenalan dengan sepasang suami istri, sebut saja Bapak dan Ibu Z. Kami ngobrol banyak hal mulai dari kota kelahiran, tempat tinggal, sampai anak-anak. Teman saya menjelaskan ke mereka bahwa kami memilih homeschooling alias tidak menyekolahkan anak-anak. Tampak ekspresi

Membedakan Homeschooling dan Afterschooling

Penulis: Ananda Putri Bumi* “Anakku bersekolah formal, tapi kami tetap menjalankan homeschooling. Aku sebagai orangtua tidak mengharuskannya mengejar nilai, yang penting proses belajar dilakukan dengan optimal, tetap mengutamakan nilai-nilai kejujuran. Aku fokus pada kelebihan anak.” Kira-kira demikian isi status seorang kawan yang muncul di beranda facebook saya. Saya senang kawan saya itu

Top