Anda di sini
Beranda > Berita > Kurikulum 2013 Mudahkan Homeschooler Belajar Mandiri Sesuai Kecepatan Masing-masing

Kurikulum 2013 Mudahkan Homeschooler Belajar Mandiri Sesuai Kecepatan Masing-masing

Sleman, phi.or.id – Tahun ajaran 2019/2020, satuan pendidikan nonformal sudah wajib beralih ke Kurikulum 2013 (Kurtilas). Pembelajarannya berbasis modul, sehingga siswa bisa melaju dengan kecepatan masing-masing. Anak homeschooler juga akan lebih leluasa melakukan pembelajaran mandiri, apalagi jika SKB/PKBM memfasilitasi dengan sistem belajar dalam jaringan (online). Demikian penjelasan praktisi senior pendidikan nonformal Fauzi Eko Pranyono, saat berdiskusi dengan Tim Inti dan para koordinator simpul Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) di Sleman, hari Minggu (20/1) lalu.

“Betul, mirip perkuliahan mahasiswa, per paket kompetensi ada 2-3 modul tiap mata pelajaran (mapel). Asal anak sudah menyelesaikan semua materi dan menyelesaikan tagihan tugas pada satu modul, dia bisa minta ujian, lalu lanjut ke modul berikutnya. Jadi antara anak yang satu dengan anak lain bisa beda-beda kecepatannya,” terang pamong belajar Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Yogyakarta itu.

Fauzi mengiyakan bahwa Kurtilas memungkinkan anak untuk selesai lebih cepat, misalnya durasi normal 3 tahun untuk Paket B bisa diperpendek menjadi hanya 2 tahun. “Tapi itu bukan hal mudah lho ya! Saya sendiri tidak yakin anak bisa menyelesaikan sekian puluh modul dalam waktu dua tahun saja, kecuali dia kerjaannya seharian cuma mengerjakan soal dan tugas saja. Kalau ada yang bisa, saya mau lihat catatan tugas-tugas anak itu,” selorohnya.

Pemilik website fauziep[dot]com ini menambahkan bahwa Kurtilas berbeda dibandingkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). “Sebelumnya anak hanya dites pengetahuannya saja, tidak ada uji kompetensi keterampilan. Di Kurtilas sekarang, pengetahuan tidak lagi berdiri sendiri, selalu ada tagihan tugas yang menyertai. Kalau cuma mengerjakan soal mungkin bisa cepat, tapi menggarap tugasnya itu butuh waktu lebih. Kalau modulnya dikerjakan betul-betul, waktu satu tahun untuk 5 modul itu sudah pas.”

Siswa pesekolahrumah (homeschooler) sangat dimungkinkan untuk melakukan pembelajaran mandiri dengan Kurtilas. “Tatap muka per modul dilakukan di awal saat kontrak belajar, dan di akhir saat ujian modul. Di antara kontrak belajar dan ujian modul, siswa bisa belajar mandiri. Bahkan kalau PKBM sudah punya learning management system memadai untuk pembelajaran online, kontrak belajar dan ujian modul pun bisa dikerjakan dari jarak jauh, tanpa harus hadir secara fisik,” jelas alumni Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Yogyakarta ini.

Tantangan nyata bagi homeschooler untuk melakukan pembelajaran mandiri adalah kemampuan memahami filosofi, struktur, dan silabus Kurtilas. Fauzi memberi contoh cara memahami rumusan kompetensi inti, kompetensi dasar, serta uraian teknisnya dalam beberapa modul mata pelajaran, serta gambaran pelaksanaannya. Dari beberapa contoh itu, tim PHI menyadari bahwa untuk memahami dan melaksanakan uraian-uraian silabus yang bahasanya “guru banget” ini, homeschooler perlu aktif berkomunikasi dengan tutor SKB/PKBM, juga saling mendukung dan bertukar pengalaman di komunitas masing-masing.

Hadir mewakili PHI dalam diskusi tersebut: Koordinator Nasional Ellen Nugroho; anggota Tim Inti Sapta Nugraha, Anggrahenny C. Putri, dan Noor Aini Prasetyawati; koordinator simpul Kodya Yogyakarta Lesni Damanik; koordinator simpul Bantul Putri Sari; dan koordinator simpul kabupaten Magelang Sulistyowati. (EK)

2 thoughts on “Kurikulum 2013 Mudahkan Homeschooler Belajar Mandiri Sesuai Kecepatan Masing-masing

  1. Assalamualaikum, mohon bantuannya dimana saya bisa mendapatkan info mengenai penggunaan Kurtilas untuk homeschooling di Kota Makassar?

Leave a Reply

Top