Anda di sini
Beranda > 2018

Apakah Homeschooling Solusi yang Tepat untuk Siswa dengan HIV?

Akhir Oktober 2018 ini, tersiar berita ada tiga anak yatim piatu H (11), SA (10), dan S (7) yang dilarang bersekolah, bahkan terancam diusir oleh masyarakat dari Kabupaten Samosir, karena didapati terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Menurut berita dari VOA Indonesia hari Minggu  (21/10), mereka bertiga tadinya bersekolah formal di

Audiensi Kedua dengan PHI, Dirjen PAUD-Dikmas Tanggapi Berbagai Problem Homeschooler

Jakarta, phi.or.id – Selepas jam makan siang di hari Selasa (4/9) lalu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD-Dikmas) Harris Iskandar menerima tim Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) di kantornya. Ia didampingi oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Bindiktara) Abdul Kahar. Mewakili PHI hadir koordinator nasional PHI

Serunya Belajar Serba-Serbi Homeschooling di Festival Sukacita Belajar

Jakarta, phi.or.id -- Pandangan mata Kanza (7) tajam memandang dua "gadis" yang bersimpuh di depannya. Kepalanya dihiasi mahkota emas dari kertas. Ia sedang berperan sebagai Raja yang tengah menguji kedua putrinya, mana yang paling pantas menggantikan posisinya sebagai penguasa negeri. . Kanza tampil bersama 12 kawannya dari komunitas homeschooler Belajar Bersama.

Mantra yang Menguatkanku Menjalani Homeschooling

Oleh: Yemmi Liu Aku adalah orangtua tunggal, perantauan dari Pontianak. Aku memiliki dua anak: satu putri kelahiran tahun 2010 dan satu putra kelahiran tahun 2012. Kami tinggal di kecamatan Parungkuda di kabupaten Sukabumi, tempat yang terkenal adem. Aku pun sudah adem tinggal di sini, merasa tempat ini zona nyamanku. Dengan bantuan modal

Ketua KPAI: Homeschooling Itu Bagus, Tapi Jangan Sampai Dimanfaatkan untuk Radikalisasi

Jakarta, phi.or.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menerima audiensi tim Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) di kantornya di Jalan Teuku Umar No. 10, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Rabu (6/6) lalu. Dalam audiensi ini, Susanto mengklarifikasi pernyataannya yang dikutip oleh pantau[dot]com dalam berita berjudul “KPAI Curiga Homeschooling

Menanggapi Pernyataan Ketua KPAI tentang Pemanfaatan Homeschooling untuk Infiltrasi Radikalisme

Press Release Perkumpulan Homeschooler Indonesia MENANGGAPI PERNYATAAN KETUA KPAI TENTANG PEMANFAATAN HOMESCHOOLING UNTUK INFILTRASI RADIKALISME Kita semua terpukul atas terjadinya aksi teror di Surabaya tanggal 13-14 Mei 2018 lalu. Puluhan korban tewas dan luka-luka, termasuk anak-anak kecil yang tidak berdosa. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah karena pelaku teror dewasa melibatkan seluruh anak

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang: “Jangan Sia-siakan Potensi Emas Anak Homeschooler!”

Semarang, phi.or.id – Pemerintah melalui Dinas Pendidikan kota/kabupaten perlu memerhatikan kebutuhan anak-anak pesekolahrumah agar hak mereka atas pendidikan yang berkualitas terpenuhi, dan DPRD akan berusaha memfasilitasi proses ini agar potensi emas anak homeschooler tidak tersia-sia. Demikian inti dukungan yang diberikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono saat

Homeschooler, Suarakan Aspirasimu!

Oleh: Maria Sugiyo Pranoto* Ada yang menampar kesadaran saya saat mengikuti kelas analisis sosial bersama para koordinator simpul Perserikatan Homeschooler Indonesia (PHI) di Yogyakarta tanggal 28-29 April 2018 lalu. Fasilitator menjelaskan tentang tiga paradigma pendidikan: Konservatif, Liberal, dan Kritis-Radikal. Lalu ia meminta kami berefleksi secara pribadi: "Di antara ketiga paradigma itu,

Momentum Hari Pendidikan Nasional, PHI Harapkan Realisasi Janji Mendikbud Untuk Lebih Memerhatikan Pendidikan Informal

Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei senantiasa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi, berefleksi, dan merencanakan masa depan pendidikan di Indonesia. Dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional yang disampaikan di Jakarta tanggal 2 Mei 2018, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Dari

Homeschooling Eratkan Orangtua dan Anak

Oleh: Marhamah* Libur lebaran tahun 2017 lalu, saat bertamu ke rumah teman lama, saya berkenalan dengan sepasang suami istri, sebut saja Bapak dan Ibu Z. Kami ngobrol banyak hal mulai dari kota kelahiran, tempat tinggal, sampai anak-anak. Teman saya menjelaskan ke mereka bahwa kami memilih homeschooling alias tidak menyekolahkan anak-anak. Tampak ekspresi

Top